RSUD Bintan Buka Pelayanan Khusus Pasien Stroke Bulan Depan

Erice Eka Putri, S.ST, M.M, Kabag TU RSUD Kabupaten Bintan. (Foto:Andri DS/Ulasan.co)

BINTAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau akan membuka unit pelayanan khusus bagi pasien stroke Februari 2024 mendatang.

Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Bintan, Erice Eka Putri mengatakan, meskipun saat ini RSUD sudah melayani pasien penderita stroke. Tetapi unit stroke yang baru ini akan memberikan perawatan lebih khusus untuk pasien strok.

“Penderita stroke perlu ditangani secara khusus dan serius,” kata Erice Eka Putri.

Erice mengakui, meskipun saat ini memiliki dua dokter spesialis saraf, RSUD masih menghadapi kekurangan tenaga perawat khusus untuk bertugas di unit stroke.

“Penanganan pasien strok, satu perawat dan satu dokter,” sambung Erice.

Ia berharap, dengan dibukanya unit stroke, pasien penderita penyakit ini tidak lagi perlu dirujuk ke tempat lain, dan dapat ditangani secara serius oleh tim medis di RSUD Kabupaten Bintan.

Dokter spesialis saraf RSUD Kabupaten Bintan, Lie Anto menjelaskan, penanganan penyakit stroke memerlukan waktu.

Untuk itu, dan masyarakat disarankan untuk segera berobat ke rumah sakit jika merasakan gejala strok, seperti berbicara pelo atau pelat, dan kelemahan sebelah pada badan.

Pelayanan awal untuk pasien stroke di RSUD Kabupaten Bintan, dimulai dari IGD dengan pemasangan selang infus, selang oksigen, dan pelayanan umum lainnya oleh perawat dan dokter.

“Keunggulan penanganan untuk pasien penderita stroke di RSUD Kabupaten Bintan nanti, yaitu pemberian obat khusus,” sebut Lie Anto.

Obat khusus akan diberikan sesuai indikasi dan kriteria tertentu. Pasien penderita stroke juga akan dirawat secara serius di ruang unit stroke dengan pemantauan suhu tubuh, tekanan darah, nadi, pernafasan, dan pemberian makanan, serta pemasangan monitor 24 jam.

Menurutnya, meski semua usia dapat mengalami penyakit stroke, ada faktor yang tidak bisa dihindari, seperti usia dan faktor genetik, serta faktor yang dapat dihindari, seperti pola hidup sehat dan mengurangi risiko merokok, mengonsumsi alkohol, dan menjaga kesehatan umum.

“Unit stroke ini diharapkan dapat memberikan pelayanan terbaik untuk pasien penderita stroke,” ungkapnya.