Target Naik, SKK Migas Pastikan Kawal Pengeboran 900 Sumur Minyak

Target Naik, SKK Migas Pastikan Kawal Pengeboran 900 Sumur Minyak
Pekerja PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional Sumatera Zona 4 mengecek saluran pipa gas yang menuju Stasiun Kompresor Gas X Prabumulih Barat (SKG X PMB) di Prabumulih, Sumatera Selatan, Sabtu (1/1/2022). Foto: Antara

Jakarta – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memastikan akan mengawal pengeboran 900 sumur pengembangan pada tahun 2022. Pasalnya, jumlah target pengeboran sumur naik signifikan pada tahun ini.

“Kami telah menyusun rencana dan strategi Indonesia Oil and Gas 4.0 untuk mencapai target produksi minyak 1 juta barel dan gas 12 BSCFD pada 2030,” kata Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Minggu (2/1).

Baca juga: SKK Migas Klaim Setor Pajak Migas ke Negara Lampaui Target

Julius menjelaskan, pandemi COVID-19 telah memaksa SKK Migas untuk melakukan perubahan strategi dan berbagai penyesuaian.

Menurutnya, kenaikan harga minyak dunia sepanjang tahun lalu dan diperkirakan bertahan pada harga yang tinggi di tahun ini telah membangkitkan optimisme pelaku usaha industri hulu migas.

“Saat inilah momentum mereka untuk meningkatkan investasi hulu migas, salah satunya adalah peningkatan investasi untuk pemboran sumur pengembangan,” kata Julius.

Baca juga: Hulu Migas Jadi Investasi Yang Diperhitungkan di 2022

Lebih lanjut dia merinci jumlah 900 sumur pengembangan untuk tahun ini berasal dari hasil pembahasan work, program & budget (WPnB), kesepakatan tambahan, dan rencana program filling the gap.

Hasil WPnB ada 790 sumur pengembangan, kemudian 10 tambahan sumur pengembangan dan potensi 100 sumur pengembangan dari survei Full Tensor Gravity Gradiometry (FTG),

“Kami berkomitmen tahun 2022 adalah titik balik untuk produksi migas nasional kembali meningkat secara berkelanjutan sampai tahun 2023,” ucap Julius.

Saat ini, SKK Migas dan kontraktor (KKKS) telah mempercepat target jumlah 900 sumur pengeboran dari sebelumnya pada 2024 menjadi tahun 2022. Langkah ini sekaligus dalam rangka carry over beberapa target sumur pengeboran yang belum bisa direalisasikan sepanjang tahun 2020-2021 karena pandemi COVID-19.

“Kami optimis target produksi dan lifting migas nasional tahun ini dapat dicapai. Kita semua berharap tahun ini bisa turn over dari menurunnya produksi migas menjadi tren meningkat secara berkelanjutan sampai tercapainya target di tahun 2030,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.